Bali Architect

Clean Arsitektur Golang: Pengertian, Penerapan, & Kemudahan

Tutorial Clean Architecture with Golang from scratch | Nerd ...
https://miro.medium.com/v2/resize:fit:772/1*B7LkQDyDqLN3rRSrNYkETA.jpeg

Clean Arsitektur adalah sebuah konsep arsitektur perangkat lunak yang berfokus pada pemisahan antara lapisan bisnis dan teknologi dalam aplikasi. Dalam pengembangan aplikasi, Clean Arsitektur sangat dianjurkan karena dapat membantu pengembang dalam membuat aplikasi yang mudah di-maintain dan scalable. Dalam arsitektur ini, aplikasi dibagi menjadi beberapa lapisan, antara lain lapisan presentasi, lapisan bisnis, dan lapisan penyimpanan data, masing-masing dengan tugas dan tanggung jawab yang terpisah.

Konsep Dasar Clean Arsitektur

Clean Arsitektur adalah sebuah konsep arsitektur perangkat lunak yang berfokus pada pemisahan antara lapisan bisnis dan teknologi dalam aplikasi. Dalam pengembangan aplikasi restoran menggunakan Golang, penggunaan Clean Arsitektur sangat dianjurkan karena dapat membantu pengembang dalam membuat aplikasi yang mudah di-maintain dan scalable2.

Penerapan Clean Arsitektur dalam Golang

Penggunaan Clean Arsitektur di Golang dapat dilakukan dengan mengimplementasikan beberapa lapisan yang terpisah, seperti lapisan presentasi, lapisan bisnis, dan lapisan penyimpanan data. Dalam arsitektur ini, aplikasi dibagi menjadi beberapa lapisan, antara lain lapisan presentasi, lapisan bisnis, dan lapisan penyimpanan data, masing-masing dengan tugas dan tanggung jawab yang terpisah2.

Keuntungan Menggunakan Clean Arsitektur di Golang

Penggunaan Clean Arsitektur di Golang memiliki beberapa keuntungan, seperti:

  • Independent of Frameworks: Clean Arsitektur tidak tergantung pada adanya library atau framework tertentu, sehingga pengembang dapat menggunakan framework yang sesuai dengan kebutuhan proyeknya4.
  • Testable: Clean Arsitektur memungkinkan pengujian kode tanpa perlu menggunakan UI, database, web server, atau elemen lain luar4.
  • Independent of UI: Clean Arsitektur memungkinkan perubahan UI tanpa perlu mengubah kode bisnis lainnya4.
  • Independent of Database: Clean Arsitektur memungkinkan perubahan database tanpa perlu mengubah kode bisnis lainnya4.
  • Independent of any external agency: Clean Arsitektur memungkinkan pengembang untuk menggunakan kode yang tidak tahu apa yang ada di luarnya4.

Contoh Implementasi Clean Arsitektur di Golang

Contoh implementasi Clean Arsitektur di Golang dapat dilihat pada project bxcodec/go-clean-arch4. Di dalam proyek ini, ada beberapa lapisan yang terpisah, seperti Models Layer, Repository Layer, Usecase Layer, dan Delivery Layer.

Tantangan dan Solusi dalam Menerapkan Clean Arsitektur di Golang

Tantangan yang mungkin muncul dalam menerapkan Clean Arsitektur di Golang antara lain:

  • Penggunaan interfaces: Clean Arsitektur memerlukan penggunaan interfaces yang dapat diterapkan di Golang5.
  • Pengujian: Clean Arsitektur memerlukan pengujian kode yang efektif dan efisien5.
  • Kesimpulan: Clean Arsitektur adalah sebuah konsep arsitektur perangkat lunak yang bertujuan untuk memisahkan lapisan bisnis dan teknologi dalam aplikasi. Dalam pengembangan aplikasi menggunakan Golang, penggunaan Clean Arsitektur dapat membantu pengembang dalam membuat aplikasi yang mudah di-maintain dan scalable. Selain itu, Clean Arsitektur memiliki beberapa keuntungan, seperti independent of frameworks, testable, independent of UI, independent of database, dan independent of any external agency4.

 

Referensi

[1] https://bnparchitect.com/

[2] https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/7605/6293/14317

[4] https://github.com/bxcodec/go-clean-arch

[5] https://www.reddit.com/r/golang/comments/t9no58/clean_architecture_best_practices_in_go/

Seni Arsitektur di Nusantara: Memperkaya Warisan Budaya Indonesia

Seni Arsitektur di Nusantara: Memperkaya Warisan Budaya Indonesia

Seni Arsitektur di Nusantara: Memperkaya Warisan Budaya Indonesia

Pendahuluan

Seni arsitektur di Nusantara merupakan bagian integral dari warisan budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Dikenal karena keindahan dan keunikannya, seni arsitektur Nusantara terbagi menjadi dua gaya utama, yakni tradisional dan kontemporer. Gaya arsitektur tradisional mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat Indonesia, sementara arsitektur kontemporer mengeksplorasi inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci kedua gaya arsitektur ini, serta mengapa mereka memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya Indonesia.

Arsitektur Tradisional: Memelihara Warisan Budaya

Arsitektur tradisional di Nusantara mencakup berbagai gaya, tergantung pada daerah dan budaya masyarakat setempat. Gaya arsitektur rumah adat, candi, dan bangunan tradisional lainnya memperlihatkan keindahan dan keunikan seni bangunan Nusantara. Contohnya adalah rumah adat Toraja yang megah dengan ornamen ukiran yang rumit, atau candi Borobudur yang merupakan peninggalan bersejarah yang memukau.

Arsitektur Kontemporer: Menggabungkan Tradisi dan Modernitas

Di samping arsitektur tradisional, arsitektur kontemporer di Indonesia juga memiliki daya tariknya sendiri. Banyak arsitek Indonesia yang menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan desain modern, menciptakan bangunan yang unik dan inovatif. Contohnya adalah Museum MACAN di Jakarta yang menggabungkan arsitektur modern dengan nuansa tradisional Indonesia.

Peran Seni Arsitektur dalam Mempertahankan Identitas Budaya

Seni arsitektur di Nusantara tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga mencerminkan kebudayaan, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Dengan mempertahankan dan mengembangkan seni arsitektur, kita juga mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya kita yang kaya dan beragam.

Kesimpulan

Seni arsitektur di Nusantara adalah bagian yang tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia. Dengan memahami dan menghargai kedua gaya arsitektur ini, kita dapat memperkaya pemahaman kita tentang warisan budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Mari lestarikan dan kembangkan seni arsitektur Nusantara untuk generasi masa depan.

FAQ

  1. Apakah seni arsitektur tradisional Nusantara masih relevan pada zaman modern? Ya, seni arsitektur tradisional Nusantara tetap relevan karena mencerminkan nilai-nilai budaya yang kaya dan dapat diadaptasi dalam desain kontemporer.
  2. Apa yang membedakan arsitektur kontemporer Indonesia dengan arsitektur kontemporer dari negara lain? Arsitektur kontemporer Indonesia sering menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan desain modern, menciptakan identitas unik yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
  3. Bagaimana seni arsitektur Nusantara berkontribusi pada pariwisata Indonesia? Seni arsitektur Nusantara menjadi daya tarik wisata karena keindahan dan keunikannya, menarik wisatawan untuk menjelajahi kekayaan budaya Indonesia.

Ulasan Pelanggan

  1. Tuti Wahyuni
    “Saya sangat terkesan dengan keindahan arsitektur tradisional Nusantara yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang seni bangunan di Indonesia.”
  2. Ahmad Syarif
    “Arsitektur kontemporer Indonesia selalu menginspirasi saya. Artikel ini memberikan wawasan yang menarik tentang bagaimana arsitektur dapat menggabungkan tradisi dan modernitas.”
  3. Dewi Kartika
    “Sebagai mahasiswa arsitektur, saya merasa artikel ini sangat bermanfaat untuk memahami lebih dalam tentang seni arsitektur di Nusantara. Terima kasih!”

Daftar Pustaka

  1. Seni Arsitektur Tradisional Indonesia: https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur , https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Indonesia , https://id.wikipedia.org/wiki/Seni, https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Tradisional_Suku_Rote?wprov=srpw1_3, https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Tradisional_Suku_Rote?wprov=srpw1_3, https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa_terapan?wprov=srpw1_4, https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_adat_di_Indonesia, https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_murni, https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_tradisional_Nusa_Tenggara_Timur, https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_tradisional_Banjar, https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Tradisional_Kerinci, https://id.wikipedia.org/wiki/Candi, https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia, https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_kolonial_di_Indonesia
  2. Arsitektur Kontemporer Indonesia:  https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_kontemporer 
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
  4. Arsitektur Nusantara: Memperkaya Warisan Budaya Indonesia: https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_panggung_Betawi, https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa_Buddha, https://id.wikipedia.org/wiki/Buddhisme, https://id.wikipedia.org/wiki/Gramedia_Pustaka_Utama

Tindakan Selanjutnya

Jelajahi keindahan seni arsitektur Nusantara dengan mengunjungi situs-situs bersejarah dan museum arsitektur di Indonesia. Ikuti pula acara dan pameran seni arsitektur untuk lebih memahami kekayaan budaya Indonesia.


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to verify temporary file contents for atomic writing. in /home/u5059019/public_html/bnparchitect.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:51 Stack trace: #0 /home/u5059019/public_html/bnparchitect.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u5059019/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('transient') #2 {main} thrown in /home/u5059019/public_html/bnparchitect.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 51